Pendidikan Dhamma Secara Utuh Memerlukan Tatap Muka

Y.M. Bhikkhu Sri Pannavaro,Mahathera

Perkembangan teknologi dan media berbuah dengan munculnya banyak media massa, baik media cetak maupun elektronik. Pesatnya perkembangan media massa itu seiringan dengan pesatnya ragam inovasi yang dikembangkan oleh manusia. Bahkan pesatnya perkembangan tersebut mengalahkan kecepatan perkembangan di era-era sebelumnya.

Kini, ragam media massa tidak hanya berupa televisi, radio, dan media cetak. Media massa telah merambah ke dunia digital dengan munculnya media online. Di era digital sekarang ini tidak hanya media massa yang berkembang melainkan juga tumbul media sosial diantaranya jejaring sosial dan blog. Ragam informasi dan kondisi sosial terkini dapat dengan cepat diketahui oleh seseorang dari media massa. Secara umum, media massa banyak memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang dunia luar dan juga sekitar kita. Kemudian dunia sosialisasi pun berkembang dengan pesat, seseorang dapat menggunakan jejaring sosial dan blog untuk menyampaikan aspirasi serta menuangkan kreativitasnya dalam berbagai bentuk.

Pada hakikatnya media massa sama dengan saran-sarana yang lainnya. Media akan menjadi bermanfaat atau merugikan tergantung dari kehendak (cetana) orang yang menggunakannya. Media massa akan bermanfaat jika seseorang dapat menggunakan dan mengambil manfaat dari media tersebut secara positif diantaranya untuk mendapatkan informasi, sarana bersosialisasi, dan menambah pengetahuan. Namun juga dapat merugikan jika digunakan untuk hal-hal yang negatif misalnya untuk menjatuhkan seseorang di mata publik, mempergunjingkan orang lain, menghasut untuk melakukan tindak kejahatan, dan hal-hal negatif lainnya.

Begitupula dengan perkembangan penyebaran Dhamma, kini media massa baik cetak maupun elektronik memberikan dampak yang sangat berarti karena pembabaran Dhamma dalam bentuk artikel maupun video dapat diterima oleh banyak orang dan memberikan pengaruh dengan cepat, luas, serta kuat. Oleh karena itu, sangat baik sekali jika banyak naskah dan video seputar Dhamma termuat di media-media massa. Namun perlu diingat bahwa media massa baik cetak maupun elektronik tidak dapat secara utuh membawakan misi pendidikan karena tidak mampu menyampaikan unsur emosi atau affection secara utuh dari seseorang kepada orang lain. Media cetak dan elektronik lebih pada penyampaian unsur alih pengetahuan atau cognition (kognitif) saja. Padahal metta yang merupakan faktor emosi itu sangat penting dalam dunia pendidikan.

Dalam hal pendidikan dan pembinaan Dhamma, media bertemu muka secara langsung harus tetap diperbanyak dan tidak boleh digantikan sepenuhnya oleh media massa baik cetak maupun elektronik. Datang ke vihara dan mendengarkan Dhamma akan sangat bermanfaat untuk perkembangan mental