Media Sosial, Cermin Diri Seseorang

Magdalena Wenas

Dunia media sosial sudah sangat mendominasi dunia para generasi masa kini. Banyak dari mereka yang menggunakan media sosial untuk ragam kegiatan ada yang menggunakan media sosial untuk menunjukkan eksistensi, memanfaatkan media sosial untuk berkarier, maupun bersosialiasasi, dan lain-lain. Sebagian besar penggunaan media sosial adalah generasi muda. Penggunaan media sosial merupakan suatu hal yang sangat positif karena media sosial dapat menunjang produktivitas seseorang dalam bekerja, bersosialisasi, dan bergaul.

Pengelolaan media sosial dengan baik dapat membawa efek yang luar biasa bagi penggunanya terutama dalam hal membina jaringan sosial (network). Mengapa? Media Sosial merupakan the power of network. Seseorang dapat menggunakan media sosial untuk menjalin relasi dengan begitu banyak orang. Nah, tinggal seseorang itu memilih apakah ia menggunakan media sosial untuk menjalin relasi, membuat sesuatu yang positif atau menjadikan media sosial ke arah yang negatif bahkan cenderung provokatif.

Sebenarnya tidak ada batasan usia bagi pengguna media sosial baik dari remaja, dewasa muda, maupun dewasa. Perkembangan new sosial media membuat seseorang yang berusia di atas 35 tahun mencoba untuk beradaptasi dengan dunia media sosial secepat mungkin. Kendala pun kerap mereka hadapi karena di samping mereka harus belajar dan menguasai penggunaan media sosial, di waktu yang bersamaan mereka harus pintar dalam mengelolanya. Pada dasarnya, hal ini wajar karena merupakan bagian dari sebuah evolusi komunikasi yang harus disiasati. Informasi yang begitu banyak dan sangat cepat penyebarannya menuntut seseorang untuk berpikir lebih cepat dan kemampuan intelektualitas dituntut untuk bekerja.

Jika Anda mengunakan media sosial untuk menjalin relasi dan mendapatkan pengetahuan akan sangat membawa efek yang positif dalam dunia karier Anda. Seseorang yang mampu mengelolanya akan menjadi orang yang dinamis dalam menjawab tantangan dari media sosial dan peluang berkarier pun terbuka dengan lebar. Janganlah membuat media sosial sebagai pelengkap penderitaan namun sebaiknya seseorang harus dapat menggunakan media sosial untuk memajukan dirinya dalam berkarier, kepentingan bersosialisasi, dan kebutuhan dalam mencari informasi.

Informasi yang datang melalui media sosial sangatlah banyak maka kita harus pintar mengelola agar tidak terjerumus ke arah negatif. Jangan langsung percaya dengan informasi yang ada, Anda harus melakukan cek dan re-cek kebenaran semua informasi yang masuk. Kedewasaan berpikir seseorang dalam penggunaannya akan menunjang kehidupan sosial pengguna menjadi lebih baik.

Di samping hal yang positif, pasti ada sisi hitam yang kerapkali terjadi pada diri seseorang dalam penggunaan media sosial. Hal ini dapat terjadi bagi seseorang yang mengelola penggunaan media sosial ke arah yang negatif. Sisi hitam apa saja yang muncul? Seseorang yang membawanya pada arah negatif akan membuat dirinya tidak produktif, menganggu orang lain, bahkan merugikan diri sendiri.

Media Sosial sebagai pembentuk reputasi diri
Media sosial merupakan suatu media yang fungsional yang diperuntukkan untuk mempermudah aktivitas sehari-hari manusia, media sosial bukanlah sebuah media mainan. Dengan berjelajah di dunia media sosial terutama di jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan jejaring sosial lainnya hal ini akan membentuk image seseorang, apakah ia orang yang cenderung galau, tidak bersemangat, atau seseorang yang kreatif. Karakter seseorang akan terlihat dalam hal ini. Pembentukan reputasi seseorang sebenarnya tergantung dari cara seseorang mengelola media sosial maka sebaiknya kita saring, ambil hal yang positif dan buanglah hal yang negatif.

Namun jika seseorang malah memposting sesuatu yang negatif malah akan memperlihatkan karakter mereka sendiri. Sebenarnya sangat sederhana, setiap posting dari pengguna memiliki makna dan posting tersebut sebenarnya merupakan dokumen hidup dari personalitas yang ada pada diri seseorang. Apa saja yang kita posting harus dapat dipertanggungjawabkan. Berhati-hatilah dalam memperlihatkan warna diri. Seseorang bebas dalam membuat status di media sosial namun perlu diingat status tersebut telah mewakili personalitas seseorang.

Sebaiknya perlihatkan sisi yang positif yang dapat memberikan inspirasi, pembelajaran, dan motivasi bagi orang lain sehingga apa yang kita lakukan di dunia sosial bermanfaat pula bagi orang lain. Sebagai makhluk sosial dengan telah memperlihatkan sisi positif maka kita telah memberikan sumbangsih terhadap manusia lain untuk menjadi lebih baik.

Gunakanlah media sosial sebagai sarana komunikasi yang dapat menunjang aktivitas kita sehari-hari, niscaya Anda akan berhasil dalam berbagai hal di kehidupan ini baik dalam berkarier, bersosialisasi, menambah pengetahuan, dan hal positif lainnya. Semoga bermanfaat!

*Penulis merupakan seorang pakar ilmu komunikasi