Menjadi Unggul dan Berbudi Luhur

Harry Sutanto, M.Psi., Cht.

Menjadi manusia ideal sebenarnya hak kita sebagai manusia. Apalagi lahirnya kita sebagai seorang manusia adalah sesuatu yang begitu sangat berharganya. Sang Buddha mengatakan betapa sulitnya lahir sebagai seorang manusia tersebut. Sayangnya kita terlahir begitu istimewa namun kita terkadang menyia-Nyiakan kesempatan kita dalam menjalankan kehidupan ini.

Lihatlah beberapa dari kita bahkan tidak mempedulikan kehidupannya, mereka merusak dirinya sendiri bahkan tidak mengembangkan batinnya menjadi luar biasa. Padahal kita tahu bahwa dalam diri ini terdapat benih keBuddha-an yang dapat membawa kita mencapai kebahagiaan yang abadi. Maka dari itu untuk menjadi manusia yang luar biasa itu jumlahnya sangat sedikit. Karena proses untuk mencapai itu harus berani mengubah kehidupannya dan secara konsisten terus-menerus dilakukan agar diri ini semakin lama semakin menjadi luar biasa. Jika itu kita bisa lakukan maka kita akan menjadi manusia di atas rata-rata manusia lainnya.

Lalu bagaimana untuk bisa menjadikan kita manusia yang unggul, memiliki karakter yang luar biasa? Mulailah berpedoman kepada apa yang Guru Buddha ajarkan kepada kita melalui sla dan bhāvanā. Itu adalah pondasi dasar membentuk kita menjadi manusia unggul dan berbudi luhur. Manusia berbudi luhur adalah manusia yang selalu berperilaku yang mulia sesuai dengan sla dan nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat dan dilakukan sesuai dengan kata hatinya.

Moralitas budi luhur diwujudkan dalam tindakan yang baik tanpa pamrih dan tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri tetapi diarahkan agar mendatangkan kebaikan dan tidak berakibat buruk bagi orang lain. Tidak mencelakakan makhluk hidup lainnya.

Budi adalah sikap mental seseorang atau cerminan mental tersebut keluar melalui ucapan, pikiran, sikap / bahasa tubuh dan tindakan. Luhur adalah ukuran tertinggi khusus untuk suatu budi, jadi  budi luhur adalah sikap mental yang sangat tinggi/ bagus bagi seseorang, yang  tolak ukurnya adalah ucapan, pikiran, sikap, dan tindakannya/perilakunya. Seseorang yang sikapnya sopan, bahasanya santun dan tindakannya/ perbuatannya tidak merugikan pihak lain bahkan mengutamakan bagi pihak lain itulah yang disebut orang/insan berbudi luhur. Budi pekerti bisa menentukan nilai martabat manusia. Dan bila ditilik lebih lanjut berbudi luhur dapat dibedakan menjadi empat macam.

Berbudi Luhur kepada Kehidupan
Kita harus yakin bahwa kelahiran kita datang di dunia ini bukan karena proses kebetulan semata-mata tapi pasti ada sebab sehingga kita lahir menjadi manusia di bumi ini. Proses lahirnya kita sebagai manusia yang berawal dari sebuah sel yang bertemu sel telur dan akhirnya menjadi seorang manusia adalah suatu kejadian yang maha dahsyat. Penuh makna dan penuh perjuangan. Tidak bisa dibandingkan dengan harta / batu permata mana pun. Sungguh bernilai istimewa. Oleh karena itu kita harus menghargai kehidupan yang kita dapatkan ini dengan membangun hidup ini agar menjadi kehidupan yang bermakna juga. Jangan biarkan nafsu keinginan rendah yang dapat menghancurkan seluruh hidup kita. Jangan biarkan hanya karena masalah menutup mata pikiran kita akan makna dari hidup itu sendiri. Hadapi semuanya dengan berani menantang kehidupan ini agar hidup menjadi berarti.

Berbudi Luhur kepada Orangtua dan Guru
Guru Buddha mengatakan walaupun kita menggendong ayah kita di pundak kanan dan ibu kita di pundak kiri kemudian mengitari 100 x Gunung Himalaya, itu masih belum sepadan dengan jasa yang sudah diberikan oleh orangtua kita. Lihatlah, betapa besar jasa yang sudah diberikan oleh orangtua kita kepada kita. Oleh karena sudah sepantasnya kita sebagai anaknya berbakti dan membuatnya bahagia sepanjang kehidupannya. Jangan sia-siakan pengorbanan yang sudah mereka lakukan untuk kita. Jangan membuat mereka kecewa atas perilaku dan perbuatan kita. Hendaknya kita menjaga nama baik mereka dan berbuat yang membuat mereka bangga kita sebagai anaknya. Sadarkah kita bahwa ibu kita menyambut kelahiran bayinya dengan rasa sakit dan darah, bahkan terkadang bayinya ditebus dengan nyawa satu-satunya.

Berbudi Luhur kepada Diri Sendiri
Pepatah bijak mengatakan, “Jika sebuah telur dipecahkan dari luar maka berakhirlah kehidupan yang ada di dalam tapi jika sebuah telur dipecahkan dari dalam maka bangkitlah sebuah kehidupan”. Segala sesuatu yang besar terjadi dimulai dari dalam bukan kekuatan dari luar. Oleh karena itu, jika kita mau menjadi diri yang luar biasa jangan mengandalkan orang lain / siapa pun untuk Anda maju tapi semuanya itu harus dilakukan oleh diri kita sendiri. Banggalah terhadap diri ini. Tunjukkan kepada dunia bahwa kita pantas menjadi orang yang luar biasa atas perjuangan kita sendiri. Jangan melanggar sla atau membiarkan diri kita dengan minum-minuman keras, ganja, obat-obatan terlarang lainnya yang merusak saraf otak dan akhirnya kehidupan kita.

Berbudi Luhur kepada Semua Makhluk
Manusia adalah makhluk sosial, satu sama lain saling membutuhkan. Yang kaya membutuhkan tenaga yang miskin dan yang miskin memerlukan bantuan yang kaya, yang pandai memerlukan yang bodoh dan juga sebaliknya. Perbuatan baik dan buruk merupakan pantulan dari sifat seseorang. Maka orang yang bijaksana tidak akan merendahkan dirinya sendiri dengan menghina orang lain atau menyakiti orang lain. Orang bijaksana selalu menjaga martabat dan kehormatannya dengan menyantuni orang lain terutama yang lemah. Pepatah bijak mengatakan, “Sesuatu yang kita lakukan hanya untuk diri sendiri, akan mati bersama kita. Sesuatu yang kita lakukan untuk orang lain dan dunia, akan bertahan dan abadi.” Be the best.

*Penulis adalah seorang entrepreneur dan Inspirator.
Website : www.harrysutanto.com
Twitter : @harrysutanto
Facebook : http://www.facebook.com/HarrySutantoCht