Sekilas Tentang Hipertiroid

dr. Ellia

Berbicara tentang hipertiroid kita langsung ingat kelenjar yang ada di sekitar leher kita, kelenjar apakah itu? Tidak lain adalah kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid terletak di depan leher, tepat di atas trakea dan di bawah laring (pita suara). Berbentuk seperti kupu-kupu dan terdiri dari dua lobus, yakni lobus kiri dan lobus kanan. Kelenjar tiroid sendiri merupakan kelenjar endokrin terbesar yang memiliki fungsi sangat penting dalam metabolisme karbohidrat, protein, lemak, dan regulasi suhu tubuh, serta reaksi-reaksi biokimia penting di dalam tubuh manusia. Produk utama dari kelenjar tiroid adalah hormon tiroid yang pembentuknya membutuhkan asupan iodium eksogen yang cukup serta protein tiroglobulin endogen. Hormon tiroid utama adalah dalam bentuk tetraiodotorin(T4) dan triiodotorin(T3). Sekresi hormon tiroid terjadi melalui koordinasi yang baik antara hipotalamus, hipofisis, sel target, dan sirkulasi perifer.

Hipertiroid terjadi karena meningkatnya hormon tiroid yang berlebihan biasa berkaitan dengan auto imun dimana sistem imun menghasilkan antibodi bagi salah satu jaringan tubuh sendiri. Penyakit hipertiroid meliputi:
- Graves disease
- Toxic multinodular goiter

Hipertiroid banyak mengenai wanita dibandingkan laki-laki, dan mayoritas di usia 20-50 tahun. Gejala hipertiroid seperti :
- Keringat berlebih
- Tremor (getaran atau menggigil yang terjadi secara tidak sadar)
- Turunnya berat badan
- Kelelahan
- Denyut nadi dan jantung meningkat
- Mudah tegang, cemas, dan emosional
- Gangguan menstruasi, pencernaan (diare)
- Mata melotot (Eksoftalmus)

Pada graves disease terlihat pembesaran di leher oleh karena kelenjar tiroid 2-3 kali ukuran normal. Diagnosa didapat berdasarkan gejala-gejala di atas dan hasil dari pemeriksaan laboratorium. Hasil laboratorium biasanya menunjukkan T3 dan T4 yang meningkat serta TSH yang menurun. Inti dari pengobatan hipertiroid itu sendiri adalah dengan menekan produksi hormon tiroid yaitu dengan obat antitiroid atau dengan merusak kelenjar tiroid itu sendiri yaitu dengan radiasi atau dengan mengangkat sebagian kelenjar tiroid dengan iodium radioaktif.

Obat-obatan antitiroid yang biasa digunakan adalah:
- PTU: Propil tiourasil
- Methimazole
- Karbimazole
- Tiamazole

Biasanya obat-obat antitiroid diberikan jangka panjang sampai gejala klinis mereda dan hasil laboratorium sudah normal. Selain obat-obat antitiroid biasanya diberikan juga obat-obatan untuk mengatasi gejala tremor seperti: berdebar, kelelahan, dan lain sebagainya.

Pasien hipertiroid juga membutuhkan asupan makanan yang tinggi protein dan tinggi kalori. Kafein, alkohol, dan rokok sebaiknya dihindari. Olahraga yang teratur dan istirahat yang cukup juga dianjurkan.

Daftar Pustaka:
- Ilmu penyakit dalam FK UI
- Harrison Internal Medicine