Lembah Permata Kedamaian

Y.M. Bhikkhu Abhayanando, Thera

Sekilas Info

Ketika mendengar kata Manado selalu identik dengan Bunaken. Kenapa? Bunaken sudah terkenal sejak lama akan taman lautnya sebelum muncul destinasi wisata bahari di wilayah lain yang ada di Indonesia. Bunaken adalah tempat yang bisa memanjakan para penyelam atau diving. Taman lautnya yang indah membuat Bunaken terkenal sampai manca negara.

Sesungguhnya Manado bukan hanya terkenal dengan wisata baharinya saja tapi juga ada wisata pantai, gunung, budaya, dan bagi para penggemar kuliner bisa juga merasakan kuliner ala Manado yang juga terkenal. Dijamin yang mau ke Manado pasti betah dan akan datang lagi. Sedikit promosi tentang Manado.

Berbicara tentang toleransi, Kota Manado terdiri dari berbagai etnis, suku, ras, dan agama serta keberagaman budaya dan tidak pernah ada kerusuhan atas nama suku, agama, ras, dan budaya. Semboyan, “Torang Samua Basaudara” bukan slogan yang sekedar diucapkan tetapi benar-benar nyata dalam keseharian masyarakat Manado.

Bagaimana dengan agama Buddha? Di antara keberagaman yang ada di Manado, Agama Buddha juga menjadi bagian dari masyarakat Manado dan ikut berperan dalam pembangunan mental spiritual manusia dan juga yang lainnya, dibuktikan dengan adanya banyak vihāra yang ada di Manado walau berbeda secara mazhabnya tapi tetap satu yaitu agama Buddha.

Mahāvihāra Santisukha Samaggi merupakan vihāra milik Saṅgha Theravāda Indonesia dan baru dirintis oleh beberapa orang umat yang memiliki keyakinan dan dedikasi yang luar biasa kepada Saṅgha Theravāda Indonesia dan tahun ini adalah tahun kedua setelah dirintis. Walaupun sarana dan prasarananya masih dalam progres pembangunan bukan berarti Mahāvihāra Santisukha Samaggi tidak memiliki peran dalam perkembangan agama Buddha di Manado. Dengan segala keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, Dāyakā Sabhā Mahāvihāra Santisukha Samaggi berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pembinaan umat Buddha.

Merintis sebuah komunitas yang baru tentu tidak mudah, tetapi semangat yang tidak pernah redup dan pikiran untuk maju serta kepedulian akan lestarinya Buddha Sāsana, akan selalu mengondisikan setiap kesulitan apapun dapat diatasi dengan baik. Saya selaku pembina Mahāvihāra Santisukha Samaggi selalu mengingatkan kepada tim untuk selalu membangun kebersamaan, bersemangat, senantiasa sabar dan selalu berpikir positif. Faktor-faktor tersebut akan mengondisikan hal-hal baik sehingga tujuan mudah dicapai. Permata di Lembah Agotey

Masa Vassa 2561/2017 saya berkesempatan bervassa di Manado, lebih tepatnya di Sabua Hening Santivana Arama, Agotey-Minahasa. Ketika ditanya kenapa ber-vassa di tempat yang jauh dari Mahāvihāra Santisukha Samaggi? Mahāvihāra Santisukha Samaggi masih dalam proses pembangunan, oleh karena itu tempatnya masih digunakan untuk aktivitas pembangunan sehingga kurang kondusif untuk ber-vassa dan kutinya belum memadai karena saya ber-vassa dengan Bhikkhu Ratanavīro dan Bhikkhu Senajayo jadi harus ada tiga kuṭi. Alasan yang lain tentunya memenuhi maksud baik atau pavarana dari keluarga Bapak Harry dan Ibu Mieke yang juga mempunyai peran dalam usaha mendirikan komunitas Mahāvihāra Santisukha Samaggi, Manado. Alasan yang utama karena tempat tersebut sangat kondusif untuk melatih diri.

Sabua Hening Santivana Arama yang berada di Agotey selain untuk aktivitas keluarga, tempat tersebut juga keluarga dedikasikan untuk para bhikkhu yang mau membina diri melalui bhāvana atau sering dikenal dengan istilah meditasi dan kegiatan praktik Dhamma lainnya yang menunjang kualitas kebhikkhuan.

Kenapa dinamakan Sabua Hening Santivana Arama? Sabua berasal dari bahasa lokal setempat, sengaja mengambil nama dari kearifan lokal yang artinya adalah pondok. Hening artinya berusaha untuk diam dalam kesunyian. Santi artinya damai. Vana artinya hutan dan Ārāma artinya taman. Jadi makna dari Sabua Hening Santivana Ārāma adalah sebuah taman hutan yang di dalamnya ada pondok untuk hening dan akan didapatkan kedamaian batin di dalamnya.

Jadi tempat tersebut sesungguhnya mengajak kita semua untuk senantiasa ingat pentingnya melatih diri agar batin menjadi damai.

Saya sangat bahagia berkesempatan bervassa di Sabua Hening Santivana Ārāma Agotey. Kenapa? Agotey sesungguhnya tidak jauh dari Kota Manado, hanya saja karena jalan pegunungan yang berliku ditambah kemacetan di Kota Manado seolah jaraknya jauh padahal kalau sudah terbiasa, jarak Manado-Agotey tidak begitu jauh.

Kalau kita ke Agotey, perjalanan akan disuguhkan pemandangan indah baik lembahnya, gunungnya maupun laut yang tampak dari kejauhan. Pohon kelapa, cengkeh, pala, dan tanaman hutan lainnya menambah keindahan suasana perjalanan Manado-Agotey. Suasana di Sabua Hening Santivana Ārāma sejuk dan sepi, sangat kondusif untuk melatih diri agar batin berkualitas.

Begitu kita berada di lingkungan Sabua Hening Santivana Ārāma, selain disuguhkan pemandangan hutan pegunungan yang indah, kita juga akan kagum dengan lingkungan yang ditata rapi dan asri. Walau belum sempurna, tata letaknya sangat menawan. Ada tiga kolam, air terjun, sungai, dan tempat menarik lainnya. Suasananya sangat mendukung bagi mereka yang penat dan capai karena aktivitas kerja, begitu sampai tempat semua menjadi fresh.

Dari segala hal yang berkaitan dengan keindahan alam, sesungguhnya ada hal yang tidak kalah penting yaitu bagaimana memperindah batin di Sabua Hening santivana Ārāma Agotey. Keindahan alam dan keindahan batin yang dipadu tentunya akan menambah keindahan suasana bahkan akan melebihi keindahan apapun. Batin yang tenang, tenteram, damai, dan bahagia sangat sulit didapatkan dalam kehidupan sekarang apalagi bagi mereka yang tenggelam dalam kesibukan dan aktivitas. Oleh karena itu begitu sampai di Agotey, selain melihat keindahan alamnya, kita pun harus melihat keindahan batin dengan praktik bhāvana.

Sebuah permata yang indah akan kita temukan di balik lembah Agotey tepatnya di Sabua Hening Santivana Ārāma. Permata yang luar biasa melebihi permata yang ada di dunia ini. Untuk mendapatkan permata tersebut tentu tidak bisa instan, perlu latihan yang terus-menerus dan bahkan kesulitan akan kita hadapi dalam proses latihan. Hanya mereka yang memiliki keyakinan, kemauan, tekad, semangat, sabar, dan pikiran yang positif yang dapat melampaui setiap kesulitan yang dihadapi selama latihan. Aktivitas kami selama bervassa lebih kepada pembinaan ke dalam diri masing-masing. Pukul 04.30 WITA berusaha untuk bangun agar pukul 05.00 WITA sudah duduk hening sampai pukul 06.30 WITA dirangkai dengan Puja Bakti Pagi dilanjutkan dengan aktivitas pribadi seperti bersih-bersih lingkungan, mandi, cuci, dan yang lainnya. Bhāvana bersama di area bhāvana di atas air terjun dilakukan pada pukul 09.00-10.00 WITA dan 15.00-16.00 WITA. Untuk Puja Bakti Malam dan Bhāvana dilakukan pada pukul 19.00-20.30 WITA.

Di sela-sela kegiatan tersebut para bhikkhu bisa melakukan kegiatan belajar dan bhāvana secara pribadi. Walaupun lebih dominan pada pembinaan diri bukan berarti tidak ada kegiatan yang bernuansa sosial. Kegiatan Piṇḍapāta di pusat kota Manado setiap dua minggu sekali, ceramah rutin untuk umum dan SMB di Mahāvihāra Santisukha Samaggi setiap hari Minggu, Anjangsana ke rumah umat dan kegiatan yang lainnya juga tetap kami lakukan. Semua itu tentu dalam rangka memupuk parami. Dengan adanya kebajikan yang dilakukan maka pembinaan diri akan lebih maksimal.

Suasana yang mendukung di Sabua Hening Santivana Ārāma Agotey sangat berarti bagi kami yang melakukan vassa. Seperti yang Buddha ajarkan bahwa seorang bhikkhu hendaknya menyenangi tempat-tempat yang sunyi. Artinya selagi para bhikkhu senang dengan tempat yang sunyi dan berusaha untuk melakukan pelatihan diri maka para bhikkhu akan mendapatkan manfaat yang besar dan maksimal sehingga mental pun akan semakin menguat dan jalan kesucian yang dijalani pun semakin mantap.

Keseharian kami sangat dekat dengan alam. Begitu membuka mata udara yang bersih dan sejuk, pemandangan alam yang menawan, suasana lingkungan yang asri seakan membujuk kami untuk terus berada dalam keheningan. Kami juga dekat dengan kesederhanaan, dalam hal makan disuguhkan dengan makanan yang bernuansa kearifan lokal hasil tanaman yang ada di kebun. Tanaman sayuran, umbi-umbian dan yang lainnya masih tumbuh subur di sekitar Agotey dan didapat dengan mudah, jadi sangat memungkinkan untuk memetik sayuran dan umbi-umbian yang ada di lingkungan Sabua Hening Santivana Ārāma untuk dijadikan bahan makanan, dan disajikan dalam bentuk makanan yang sifatnya tradisional, tetapi tetap menyehatkan sehingga kondisi tubuh para bhikkhu pun terjaga dengan baik dan dapat melatih diri dengan maksimal.

Lembah permata yang penuh dengan kenangan indah seakan ingin kembali lagi untuk melatih diri membersihkan dan mendamaikan batin. Kesederhanaan, pemandangan yang masih alami, suasana yang masih asri membuat orang akan selalu rindu dengan Sabua Hening Santivana Ārāma, Agotey-Minahasa. Suasana sederhana, damai yang telah tersajikan akan kami kenang selalu. Kami mendapatkan banyak manfaat dari tempat vassa tahun ini. Anumodana saya sampaikan kepada keluarga Bapak Harry dan Ibu Mieke dan juga keluarga besar Mahāvihāra Santisukha Samaggi yang telah mendukung kami selama bervassa di Sabua Hening Santivana Ārāma Agotey-Minahasa serta pihak-pihak lain yang ada di Agotey, yang juga berkenan untuk membantu kami walau berbeda secara keyakinan. Semoga kebajikan yang dilakukan berbuah kesejahteraan dan kebahagiaan. Tak ada gading yang tidak retak. Tentunya sengaja atau tidak sengaja pernah ada hal yang kurang berkenan melaui pikiran, ucapan, dan perbuatan jasmani, oleh karenanya kami mohon maaf. Semoga kelak kita bertemu dan bersama kembali dalam kebajikan dan pelatihan diri. Salam semangat, damai, dan bahagia dari lembah permata kedamaian Sabua Hening Santivana Ārāma Agotey-Minahasa.