VIRIYA STIMULUS KEHIDUPAN

Pdt. dr. Alimin

Sekilas pengertian viriya adalah semangat (daya tahan batin/endurance). Viriya memiliki ciri khas mendukung, mengukuhkan, mempertahankan faktor-faktor batin. Dalam kitab komentar, yaitu Atthasalini , viriya seyogyanya dipandang sebagai akar dari semua pencapaian. Manifestasinya adalah Tidak Putus Asa.

Dalam kehidupan kita ini yang selalu dihadapkan dengan berbagai jenis masalah dan rintangan untuk mencapai cita-cita, harapan, dan impian. Oleh sebab itu, viriya sangat diperlukan untuk dibangkitkan selalu dengan seimbang, kenapa demikian? Karena viriya adalah faktor batin netral yang artinya jika digunakan untuk hal-hal buruk atau keinginan berbuat buruk atau hal yang tidak bermanfaat, maka akan semakin kuat perbuatan buruk tersebut.

Sebaliknya, jika viriya dibangkitkan untuk melakukan perbuatan baik maka sangat mendukung semakin kuatnya keinginan perbuatan baik kita dan tentu saja viriya dalam definisi tersebut di atas memiliki daya tahan/energi/endurance, akan sangat membantu pencapaian impian dan keinginan baik kita dan lain-lain. Sehingga dalam hidup ini viriya adalah sangat penting. Ketika kita menghadapi kesulitan, kegagalan, musibah, dan malapetaka, maka kita sebagai sahabat harus saling membangkitkan semangat kita, untuk kuat dan tidak putus asa. Viriya diperlukan untuk memulai suatu tugas (arambha-dhatu-viriya), salah satu contoh adalah ketika kita ingin membuka usaha bisnis apapun. Kita tentu saja belum berpengalaman dan seringkali banyak kegagalan bahkan bisa rugi atau istilah umumnya adalah tidak balik modal. Seringkali juga kita bisa melihat beberapa orang sudah menyerah atau putus asa dengan usaha yang baru dimulai tersebut dan tentu saja batin akan terasa menderita sekali.

Maka dalam contoh kasus inilah diperlukan sekali viriya pada awal/untuk memulai usaha harus bangkitkan semangat/viriya ini agar tidak mudah putus asa karena sifat viriya memiliki daya tahan/tahan banting dan energi/kekuatan pada kondisi ini. Viriya diperlukan untuk bertahan di dalam suatu tugas (Nikkama-Dhatu-Viriya). Viriya juga diperlukan untuk menyempurnakan tugas (parakkama-dhatu-viriya). Artinya di sini tugas yang dikerjakan sampai tuntas selesai dengan baik. Untuk pembahasan yang lebih dalam, sebagai umat Buddha dalam menjalankan kehidupan kita maka perlu mengetahui pembagian viriya dalam penjelasan Dhamma sebagai berikut. Viriya dibagi menjadi dua yaitu:
1. Viriya bermanfaat duniawi (lokiya viriya) Contoh: dalam berdana, melaksanakan moralitas, dan lain sebagainya. Lokiya viriya mendukung jalan mengatasi duniawi.
2. Viriya mengarah mengatasi duniawi (lokuttara viriya) Contoh: dalam belajar/sharing/mengajar Dhamma, mempraktikkan meditasi samatha dan meditasi vipassana. Lokuttara viriya meningkatkan kemajuan di dalam jalan mengatasi duniawi.

Contoh kasusnya adalah ketika kita sedang latihan meditasi vipassana. Seringkali bagi para pemula akan kesulitan menghadapi rintangan-rintangan batin yang muncul dan yang paling sering muncul adalah thinamidha/kemalasan dan kelambanan, keraguan, putus asa dan lain-lain akan sangat mengganggu latihan kita, sehingga di sini kita memerlukan bangkitkan viriya, maka latihan kita akan berhasil.

Tetapi perlu dicatat dalam meditasi bahwa viriya itu jangan terlalu kuat/tinggi juga dan juga jangan terlalu lemah. Jika terlalu kuat/tinggi viriya maka akan mengakibatkan gelisah jika konsentrasi belum kuat. Sebaliknya jika viriya terlalu lemah maka akan mengakibatkan meditator lelah, ngantuk, dan malas sehingga viriya hendaklah dibangkitkan dengan seimbang. Jika diibaratkan api, maka panas api untuk memasak jangan terlalu besar apinya dan juga jangan terlalu kecil, tetapi nyala api terus-menerus dengan seimbang/sedang-sedang saja. Demikian penjelasan/berbagi pengetahuan dengan tema "viriya stimulus kehidupan" ini selesai sudah. Semoga bermanfaat bagi semua umat. Terima kasih. Sabbe sattā bhavantu sukhitāttā, semoga semua makhluk hidup berbahagia. Sādhu... Sādhu... Sādhu...