PESONA PULAU BALI

Sherlie Mirani

Bali yang bernama lain Pulau Dewata menyimpan berbagai pesona keindahan, termasuk karya seni seperti ukiran, lukisan, maupun patung. Budaya yang sangat khas disempurnakan dengan panorama alam yang indah. Pulau Bali merupakan pulau yang berada di kawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan paling terkenal di hampir penjuru dunia. Pulau ini menyimpan keindahan alam dan keunikan budaya yang masih melekat hingga saat ini. Selain itu keramah-tamahan dari penduduknya juga menjadi ciri khas dari Pulau Bali, dan bisa membuat kita betah berlama–lama berwisata ke destinasi yang berjuluk Pulau Dewata ini. Budaya di Bali memang bisa dikatakan terlestarikan dari generasi ke generasi, bukan karena banyaknya wisatawan yang mengunjunginya, melainkan memang komitmen dari warga Bali yang akan terus mempertahankan kebudayaannya sehingga menjadi ciri khas dari Bali sendiri.

Pulau Bali juga merupakan tempat berkumpulnya wisatawan yang berasal dari penjuru dunia, mulai dari mereka yang berniat datang untuk menikmati keindahan pegunungan, danau, destinasi religius, adat-istiadat, budaya, sampai mereka yang datang dan berniat untuk menikmati keindahan pantai serta berselancar di ombak yang ada di Bali. Tidak hanya itu, banyak juga wisatawan yang datang ke Bali hanya untuk berbelanja dan menghabiskan waktu mereka di sini. Keindahan alam, rasa aman, dan keramah-tamahan ini membuat para wisatawan tidak ada surut-surutnya untuk datang ke Bali. Berikut destinasi religius di Bali yang wajib dikunjungi:

Vihāra Buddha Guna – Nusa Dua Bali
Vihāra Buddha Guna berada di tengah-tengah kompleks lima rumah Ibadah dikenal dengan area Puja Mandala (Pura Jagatnatha, Mesjid Ibnu Batutah, Gereja Bukit Doa, dan Gereja Khatolik Maria Bunda Segala Bangsa) dibangun secara harmonis berdampingan yang terletak di lingkungan Desa Kampial, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Nama Vihāra Buddha Guna diberikan oleh Y.M. Bhikkhu Girirakkhito, Mahāthera, Buddha Guna memiliki arti sifat-sifat mulia dari Sang Buddha yaitu:
- Pañña Guṇa : sifat mulia dari kebijaksanaan
- Visudhi Guṇa : sifat mulia dari kesucian
- Karuṇā Guṇa : sifat mulia dari belas kasih

Lokasi vihāra yang berada dalam Kompleks Puja Mandala di kawasan wisata di Bali telah menjadi daya tarik wisatawan nusantara dan mancanegara untuk berkunjung. Vihāra Buddha Guna sebagai ”Jendela Mengenal Buddhisme di Bali” dan dicanangkan sebagai ”Bali Theravadin Buddhist Centre (BTBC)” didesain sarat akan pesan-pesan Dhamma, menampilkan ”Keagungan Sang Buddha”, yang tertuang dalam Buddhānussati (Perenungan terhadap Sifat-sifat Mulia Sang Buddha). Sebagai layaknya sebuah vihāra maka tempat ini dirancang dengan Konsep Perancangan (Design Concept): Spritualis, Elegance, dan Edukatif

Spritualis
Memberikan kesan yang tenang, khidmat, agung, megah, menggugah perasaan, dan membuat yang berkunjung sadar dan penuh perhatian, untuk menaruh rasa hormat dan berhati-hati dalam setiap ruangan. Memunculkan spirit/energy yang positif karena terinspirasi berada dalam area ini.

Elegance
Elok, indah dan menawan untuk dipandang, memikat hati semua orang yang datang, mengundang untuk masuk berkunjung dan ingin tahu tentang apa ajaran Sang Buddha itu. Tersusun dengan rapi (awal, tengah dan akhirnya) sebagai sequenze dan serial vision, menampilkan alur cerita yang indah dan pada akhirnya memberi kesan menakjubkan dan mengharukan. Penampilan anggun/luwes dengan tidak menonjolkan diri dalam lingkungan tersebut namun sederhana tapi memikat dengan sentuhan aksentuasi di beberapa tempat sebagai focal point dan secara keseluruhan berkesan istimewa.

Edukatif
Desain bersifat mendidik, menampilkan elemen dekoratif yang bukan semata-mata memberikan kesan indah namun bermakna. Menggali Phylosofi Buddhis untuk diaplikasikan dalam rancang bangun. Menampilkan nilai-nilai yang sarat akan pesan Dhamma, baik dalam karya patung, relief, dan tulisan-tulisan.

Vihāra Dharma Giri – Pupuan
Vihāra Dharma Giri Pupuan adalah salah satu vihāra binaan Saṅgha Theravāda Indonesia yang ada di Bali, tepatnya berada di Jalan Raya Pupuan No. 1, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali, Indonesia. Dikarenakan Vihāra Dharma Giri Pupuan tempatnya yang cukup representatif maka Pengurus vihāra bekerja sama dengan Mitra Dhamma (MAGABUDHI, Forum Ibu-Ibu Buddhis (FIB) Bali, PATRIA) sering mengadakan kegiatan keagamaan antara lain retreat meditasi, latihan Pabbajja Atthasīlani, Pelatihan kursus Agama Buddha, dan Kursus Abhidhamma. Semua kegiatan ini dilaksanakan tentu untuk mendukung perkembangan Buddha Dhamma di Pulau Bali. Dengan keaktifan vihāra tersebut melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan maka keberadaannya semakin dikenal oleh masyarakat luas bahkan para wisatawan. Tentu hal ini didukung oleh keindahan alam dan bangunan Vihāra Dharma Giri Pupuan. Bahkan saat ini Vihāra Dharma Giri Pupuan telah menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi yang ramai dengan wisatawan pada hari biasa maupun hari liburan.

Keunikan Wisata Vihāra Dharma Giri di Pupuan Tabanan Bali adalah keberadaan Patung Buddha Tidur. Patung dalam ukuran besar ini tampil megah dengan warna yang putih bersih.

Patung Buddha Tidur ini terletak di samping kiri bangunan utama. Patung Buddha tidur ini mempunyai ukuran yang sangat besar dan megah dengan balutan warna putih nan cerah. Di sekitar patung ini terdapat area yang sangat luas, biasanya digunakan untuk tempat duduk umat Buddha. Setelah melewati anak tangga yang ada di samping kanan dan kiri Prasasti Asoka, tepatnya di sebelah kiri, pengunjung akan menemukan anjungan di mana sang Buddha sedang tertidur. Patung Buddha Tidur ini sebenarnya masih baru, sekitar empat tahunan, dan baru satu-satunya di Bali. Kalau vihāranya sudah lama, tapi baru diresmikan pada tahun 2007. Patung Buddha Tidur ini dibuat oleh pengrajin patung asal Klungkung. Hal menakjubkan lainnya tampak dari area sekeliling vihāra yang masih sangat alami.

Jatiluwih (Pemandangan Sawah Terasering)
Desa Jatiluwih Tabanan Bali Indonesia, terletak di daerah Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Berada pada ketinggian 700 meter di atas permukaan air laut, merupakan daerah yang berdekatan dengan Gunung Batu Karu yang terkenal dengan panorama sawah terasering. Anda akan selalu menikmati udara sejuk sambil menikmati pemandangan alam yang indah.

Sebagian besar daerahnya merupakan kawasan persawahan yang ditata bertingkat atau berundak, dan Bali sangat dikenal dengan sawah terasering. Luasnya sekitar 636 hektar sawah berbentuk terasering, jadi daerah ini menjadi kawasan terbesar untuk pemandangan sawah terasering di Bali. Sistem pengairan sawah yang digunakan adalah pengairan Subak, yaitu sistem irigasi tradisional Bali yang berbasis masyarakat. Subak ini memiliki pura yang dibangun untuk memuja dewi kemakmuran atau dewi kesuburan. Selain pemandangan sawah berteras, Anda juga dapat menikmati pemandangan sungai, pura, atau rumah-rumah penduduk yang masih sederhana. Hampir setiap hari Desa Jatiluwih Penebel Tabanan ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan suasana alam pedesaan dengan ciri khas sawah terasering, benar–benar menarik perhatian para wisatawan.

Desa Jatiluwih telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) sejak 29 Juni 2012 karena mempunyai keunikan dan ciri khas pada sistem pertaniannya yaitu dengan menggunakan konsep filosofi Tri Hita Karana (filosofi tentang keseimbangan antara manusia dengan sesamanya, manusia dengan alam, serta manusia dengan Sang Pencipta).

Jatiluwih termasuk di dalam kawasan Lanskap Subak dari Catur Angga Batukaru yang merupakan salah satu dari lima kawasan di Bali yang ditetapkan oleh UNESCO menjadi warisan budaya dunia. Secara sosio-kultural manajemen organisasi Subak Desa Jatiluwih adalah berdasarkan prinsip dari filsafat Tri Hita Karana yang bertujuan agar tercapai dan terbinanya keselarasan dan keharmonisan antara warga Subak dengan sesamanya, warga Subak dengan lingkungan/alam, dan warga Subak dengan Sang Pencipta/Tuhan sebagai unsur parahyangan.

Jatiluwih sangat terkenal dengan keindahan alam dengan sawah teraseringnya dan menjadi salah satu tujuan wisata terbaik di Tabanan, aktivitas petani di jatiluwih adalah salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan, pada umumnya kegiatan petani di sawah masih menggunakan cara-cara dan alat-alat tradisional untuk menggarap sawahnya seperti; Mencangkul, Nampadin (membersihkan pematang sawah), Ngelampit (membajak sawah), Melasah (meratakan tanah sawah), Nandur (menanam padi), dan lain-lain.

Untuk mengunjungi obyek wisata Jatiluwih direkomendasikan antara pukul 08.00 WITA pagi sampai sore hari sekitar pukul 17.00 WITA, karena pada jam-jam tersebut aktivitas petani banyak dijumpai. Dikarenakan curah hujan yang tinggi di kawasan Jatiluwih maka direkomendasikan bagi para wisatawan agar selalu menyiapkan payung ataupun jas hujan atau ada baiknya sebelum mengunjungi Jatiluwih pengunjung bisa memantau prakiraan cuaca sehari sebelumnya.

Sumber:
htt p://www.id.baliglory.com/2016/02/jatiluwih.html
Buku “Puja Mandala, Nusa Dua-Bali ‘Welcome the peaceful and harmonies athmosfer of our spiritual center in southern bali-island of the gods’”
http://www.teluklove.com/2017/01/pesona-keindahan-wisata-vihara-dharma.html